How to train your dragon
Beruntungnya akhir januari kemaren diundang screening how to train your dragon, film animasi 3D dari paramount pictures yg baru akan tayang bulan maret besok. Thx 2 mbak Micha Jusuf & bu Nelly Panigoro untuk undangannya. Udah gratisan, ditraktir popcorn & softdrink pula
Nonton film sudah pernah, nonton secara gratisan juga pernah, tapi ngintip film yg baru akan beredar 2 bulan kemudian, baru sekali ini ngalami. Memang di screening gini nggak dikasih film-nya secara penuh, tapi footage sekitar sejam. Yang menarik buat saya, di screening ini bisa liat sedikit sejarah produksi filmnya. Ada bagian yg sudah jadi betulan, ada model2 3D yg masih belum dirender, bahkan masih ada coretan2 storyboard-nya.
How to train your dragon ini film tentang Hiccup Horrendous Haddock the Third (Jay Baruchel), anak kepala suku bangsa Viking yg punya budaya mbunuh naga. Seperti ayahnya, Stoick the Vast (Gerard Butler), Hiccup juga diharapkan jadi jagoan yg mampu melindungi desanya dari serangan naga. Tapi masalahnya, Hiccup ini sama sekali nggak bakat jadi pemburu naga.
Kemudian Hiccup bertemu dg Toothless, seekor naga dari spesies Night Fury, spesies paling sangar dan ditakuti orang2 Viking. Belum ada seorang pun yg mampu membunuh Night Fury, bahkan sekedar melihatnya. Toothless punya cacat fisik: sayap di ekornya tidak sempurna, sehingga dia tidak bisa terbang seperti naga2 yg lain.
Pertemuan dg Toothless berlanjut dg persahabatan dan kerja sama, Hiccup mbantu Toothless dg sayap palsu buatannya. Dari Toothless, Hiccup belajar banyak tentang dunia naga, dan tidak ingin lagi jadi pembunuh naga seperti orang2 Viking pd umumnya. Lalu apa yg terjadi ketika persahabatan mereka terungkap? Gimana nasib Hiccup dan Toothless? Ya ditunggu aja nanti akhir maret di bioskop2 3D hehe.
How to train your dragon diadaptasi dari buku dg judul yg sama. Tapi ini adalah karya seni audio-visual dalam bentuk film yg pastinya produk yg berbeda dari karya sastra (novel). Jadi kalo sudah pernah baca bukunya, jangan diharapkan filmnya akan sama persis dg itu. Beda. Misalnya, Toothless yg digambarkan sbg bayi naga di buku, di film sudah cukup besar untuk ditunggangi 2 orang. Atau karakter Astrid yg nggak ada di buku, muncul di film. Dan hal yg mendasar: orang2 viking di buku melatih naga, bukan membasmi naga.
—
Sambil nunggu akhir maret, boleh liat trailernya dulu disini:
—
Boleh baca juga:
- How To Train Your Dragon (2010)
- Nonton Footage “How to Train Your Dragon” di Layar Bioskop









