Feb 05 2010

How to train your dragon

How to train your dragonBeruntungnya akhir januari kemaren diundang screening how to train your dragon, film animasi 3D dari paramount pictures yg baru akan tayang bulan maret besok. Thx 2 mbak Micha Jusuf & bu Nelly Panigoro untuk undangannya. Udah gratisan, ditraktir popcorn & softdrink pula :D

Nonton film sudah pernah, nonton secara gratisan juga pernah, tapi ngintip film yg baru akan beredar 2 bulan kemudian, baru sekali ini ngalami. Memang di screening gini nggak dikasih film-nya secara penuh, tapi footage sekitar sejam. Yang menarik buat saya, di screening ini bisa liat sedikit sejarah produksi filmnya. Ada bagian yg sudah jadi betulan, ada model2 3D yg masih belum dirender, bahkan masih ada coretan2 storyboard-nya.

How to train your dragon ini film tentang Hiccup Horrendous Haddock the Third (Jay Baruchel), anak kepala suku bangsa Viking yg punya budaya mbunuh naga. Seperti ayahnya, Stoick the Vast (Gerard Butler), Hiccup juga diharapkan jadi jagoan yg mampu melindungi desanya dari serangan naga. Tapi masalahnya, Hiccup ini sama sekali nggak bakat jadi pemburu naga.

Kemudian Hiccup bertemu dg Toothless, seekor naga dari spesies Night Fury, spesies paling sangar dan ditakuti orang2 Viking. Belum ada seorang pun yg mampu membunuh Night Fury, bahkan sekedar melihatnya. Toothless punya cacat fisik: sayap di ekornya tidak sempurna, sehingga dia tidak bisa terbang seperti naga2 yg lain.

Pertemuan dg Toothless berlanjut dg persahabatan dan kerja sama, Hiccup mbantu Toothless dg sayap palsu buatannya. Dari Toothless, Hiccup belajar banyak tentang dunia naga, dan tidak ingin lagi jadi pembunuh naga seperti orang2 Viking pd umumnya. Lalu apa yg terjadi ketika persahabatan mereka terungkap? Gimana nasib Hiccup dan Toothless? Ya ditunggu aja nanti akhir maret di bioskop2 3D hehe.

How to train your dragon diadaptasi dari buku dg judul yg sama. Tapi ini adalah karya seni audio-visual dalam bentuk film yg pastinya produk yg berbeda dari karya sastra (novel). Jadi kalo sudah pernah baca bukunya, jangan diharapkan filmnya akan sama persis dg itu. Beda. Misalnya, Toothless yg digambarkan sbg bayi naga di buku, di film sudah cukup besar untuk ditunggangi 2 orang. Atau karakter Astrid yg nggak ada di buku, muncul di film. Dan hal yg mendasar: orang2 viking di buku melatih naga, bukan membasmi naga.

Sambil nunggu akhir maret, boleh liat trailernya dulu disini:

Boleh baca juga:
- How To Train Your Dragon (2010)
- Nonton Footage “How to Train Your Dragon” di Layar Bioskop

Bookmark and Share
Dec 05 2009

cin(t)a

mengapa tuhan menciptakan manusia berbeda2 kalau ia hanya ingin disembah dengan satu cara? itu sebabnya tuhan menciptakan cinta, biar semua perbedaan bisa bersatu.

efahmi cinta godisadirector cin(t)a movie

ah beruntung banget bisa katut nonton film ini. Yang setelah sekian lama bikin penasaran, keliling secara eksklusif dari festival ke festival, dari kampus ke kampus, akhirnya cin(t)a mampir juga ke surabaya. sebuah garapan film yg amat keren, berani mbahas isu sensitif tapi dg cara yg humanis, menyuarakan tOleransi dan perdamaian yg indah. cin(t)a adalah kisah cinta segitiga antara cina, annisa, dan tuhan.

cina

cina (sunny soon), 18 tahun, adalah mahasiswa barU jurusan arsitektuR, punya idealisme tinggi menaklukkan dunia bersama tuhannya, yesus kristus. bercita2 jadi gubernur tapanuli (nanti ketika tapanuli sudah jadi provinsi). tapi selain cina adalah karakter dg idealisme tinggi, dia juga naif, karena belum pernah merasakan kegagalan.

annisa

annisa (saira jihan), 24 tahun, adalah maHasiswa tingkat akhir di kampus yg sama, yg juga berprofesi sbg bintang film. karena aktivitasnya di dunia perfilman, kuliahnya jadi tErhambat. dalam film ini, profil Annisa digambarkan sbg seorang jawa muslim yg Rajin sholat, cantik dan populer Tapi kesepian.

tuhan

tuhan, adalah karakter yg paling tidak bisa ditebak. karakter yg benar2 berbeda dalaM persepsi masing2 individU. Semua orang berusaha mendeskripsikannya. semua orang pikir mengenalinya. setiap karya seni mencoba menggambarkannya, namun Tidak ada yg Benar2 mEnyerupainya.

cina and annisa love god,
and god loves them both;
but cina and annisa cannot love each other,
because they call god by different names.

sebenernya ini cerita lawas sih, klise. tapi tetep Menarik karena film ini digarap amat bagus. konflik dimunculkan dg pertentangan2 dan perbedaan prinsip antara cina dan Annisa. adu argumen yg jujur Dan cerdas di antara kEduanya tidak memicu permusuhan, tapi malah membuat mereka saling menerima dan saling mencintai dalam sebuah perbedaan. apalagi dukungan musik latar yg membuat gambar jadi lebih dramatis. jempolan wes.

dalam pengemasannya, cin(t)a menggunakan dua konsep sinematografi. pertama, mengingat keberadaan tuhan sangat subjektif pada setiap Orang, Film director meletakkan penonton pada ‘Sudut pandang tuhan’. reaksi penonton pada film mencerminkan persepsi penonton itu sendiri tentang Tuhan. kedua, film director menggunakan konsep ‘dunia hanya milik berdua, yang lain Off-frame.’ karena ketika jatuh cinta, dunia serasa milik berdua.

di antara jenuhnya pasar film hantu picisan, (harapan saya) film bermutu macem gini harusnya bisa didistribusikan lewat jalan yg lebih lega, supaya bisa diapresiasi lebih banyak orang, supaya bisa menginspirasi lebih banyak senimaN film untuk bikin film bermutu.

film ini diproduksi, pastinya produser berharap orang akan nonton film ini kan? masuk akal? lha kalo gitu, kenapa vcd/dvd-nya tidak berEdar secara resmi di pasaran? karena itu artinya akan memotivasi orang untuk berusaha mencuri copy bajakannya.

trailernya ada di youtube.

Bookmark and Share
Nov 13 2009

suicide (review bukunya latree manohara)

efahmi latree manohara suicide suicide (review bukunya latree manohara) book

Suicide. buku kumpulan cerita pendek karya latree manohara ini memang sudah saya tunggu2 versi cetaknya, selama sekian bulan lamanya. dan akhirnya ada satu copy suicide dalam perpustakaan kecil saya, lengkap dg tanda tangan penulisnya haha. Happy!

banyak cerita dalam suicide yg saya sudah pernah baca versi digitalnya, jadi nggak butuh banyak waktu buat mbaca suicide ini. Eh cukup ditemani setengah cangkir kopi instan sama sepotong jajanan, habis.

saya selalu suka cara latree menuliskan pengalamannya, yg jadi inspirasi tulisan2 fiksi keren. latree mengamati Hidup di sekitarnya seperti fotografer mengintip dari balik lensanya. obyek yg diamati fotografer mungkin tidak istimewa, hal2 yg sebenernya biasa. tapi fotografer yg baik akan menemukan sudut pandang yg Unik sehingga dapat menangkap komposisi cantik (bahkan lebih cantik daripada aslinya). latRee juga demikian, latree punya persepsi yg unik sehingga mampu menuturkan ulang pandangannya melalui medium tulisan yg istimewa. antrean kematian salah satu contohnya.

saya selalu suka cara latree menuliskan ceritanya, yg Tidak mengumbar kekayaan kosakata, Seolah ingin nampak lebih cerdas daripada pembacanya. latree tidak demikian. tetapi walaupun hanya dalam bahasa sederhana, latree tetap bisa menceritakan apa yg ada dalam benaknya dg cara luar biasa. bagaimana bisa demikian?

kalo saya amat amati, beberapa kali latree dalam beberapa tulisannya berpikir Mundur dari Endingnya, baru kemudian menyusun beginningnya. seperti pd cerita genderuwo misalnya, latree bisa dg halusnya melambungkan pikiran pembaca ke awang2 super natural, lalu membantingnya pd bagian Akhir cerita. kejutan yg menyenangkan, sialan!

sayang, cerita Genderuwo ini nggak ikut dicetak dalam suicide. semoga nanti di buku kedua ya.

dengan bakat mikir cara demikian, saya Agak heran kenapa saya belum pernah baca karya latree pd genre heist. harapan saya suatu hari nanti latree nulis cerita tentang adu tipu dan duel kecerdasan antara maling dan detektif. semacam ocean’s eleven, atau the Italian job. latree punya potensi untuk itu. cuman mungkin belum ada ide aja kali ya? mungkin karena belum ada pengalaman yg bersentuhan langsung dg hal hal demikiaN, sehingga belum nongol inspirasinya.

anyway, bagian favorit saya di suicide adalah silentium 1 dan 2. mungkin Ini tulisan yg agak2 Abstrak, yg membebaskan pembaca berfantasi seliar2nya. saya sendiri entah kenapa jadi berpikir tentang hal2 yg lumayan disturbing, Mungkin pembaca lain punya kesan berbeda.

dan secara keseluruhan, Saya menilai buku ini cukup menghibur untuk pembaca casual, mampu menginspirasi untuk penulis fiksi lain, tapi tidak memuaskan untuk saya pribadi. karena saya tau latree punya lebih banyak lagi karya2 tulis lain yg masih dipendam, kenapa sih nggak ikut dicetak sekalian aja? biar jadi lebih tebel, jadi lebih puas bacanya. cerita ular dan linggis misalnya, itu bisa memperkaya buku ini (imho). karena redaksinya unik, saya suka. tapi mungkin karena redaksinya itu juga ya jadi nggak katut lolos masuk percetakan?

Ada satu catatan lagi untuk latree, eh sebenernya untuk pihak redaksi / penerbit, soal hak cipta. Di buku ini sama sekali nggak ada copyright notice. orang bisa ngambil keuntungan tanpa bisa dituntut secara hukum kalo gini caranya.

terakhir, kalo tertarik mbaca suicide, monggo silakan bisa pesen langsung ke penulisnya.

Bookmark and Share
Sep 26 2009

Kamera Seluler?

efahmi ampel ramadhan Kamera Seluler? photography

PADAT: Suasana kampung Ampel, Surabaya, pada 10 malam terakhir ramadhan 2009.

Setiap tahun pada bulan Ramadhan, Masjid Ampel selalu dipadati jamaah pencari pahala. Tidak hanya penduduk di sekitar masjid yg antusias memburu malam seribu bulan, tapi banyak juga rombongan yg datang dg bus antar kota bahkan antar provinsi. Efek sampingnya, ikut menggairahkan sektor ekonomi di sekitar lingkungan masjid. Perputaran kas jadi amat deras.

efahmi aghofur ngaji Kamera Seluler? photography

GURU: Profil guru bukan hanya harus pintar mengajar, tapi perlu menjadi teladan anak2 didiknya.

Pak Gempur adalah contoh yg baik untuk murid2nya. Tidak hanya total mengabdi pd dunia akademik, di luar kelas pun beliau memberi contoh bagaimana menjadi hamba tuhan yg taat. Contoh hidup yg seimbang antara urusan dunia dan akhirat.

Malam itu Pak Gempur melakukan I’tikaf di Masjid Al-Akbar Surabaya. Sholat, dzikir, doa, bacaan ayat2 suci Al-Qur’an, hingga diskusi masalah agama menghiasi malamnya. Tidak ada waktu terbuang percuma, tidak ada hal yg sia sia.

Dua foto di atas tertangkap dg kamera sederhana pd telepon seluler.

Tadinya saya kurang suka adanya fasilitas kamera pd telepon seluler. Karena kamera disana sifatnya hanya sekedar aksesoris tersier, fasilitas yg hanya ’sekedar ada’ saja, tanpa digarap serius soal kualitasnya. Selain itu, penambahan fitur kamera artinya penambahan biaya produksi gadget, artinya peningkatan harga jual telepon seluler.

Di benak saya, yg namanya telepon seluler harusnya fokus di urusan konektivitas. Karena gadget tsb pd intinya adalah alat komunikasi. Sedangkan urusan fotografi, bagusnya ya menggunakan gadget lain: kamera digital, yg kualitasnya lebih dapat diandalkan.

Satu gadget dg banyak fitur, biasanya bersifat generalis, sekedar ada tapi tidak prima kualitasnya. Banyak gadget yg masing2 punya satu fitur spesifik biasanya bersifat spesialis, dg mutu yg terjamin.

Tapi belakangan ini pendapat saya berubah.

Kamera pd telepon seluler adalah fasilitas yg ternyata menyenangkan, haha! Kekurangan kamera digital adalah konektivitas. Setelah gambar tertangkap sensornya, tidak bisa segera dimanfaatkan. Mesti ditransfer dulu ke komputer. Dan karena biasanya gambar tsb beresolusi tinggi, perlu diolah dulu di post-produksi, paling tidak perlu ada proses crop/resize, dan optimasi kualitas gambar supaya ukuran file jadi lebih kecil. Baru kemudian menghubungkan komputer dg internet supaya gambar bisa dipublikasikan.

Bandingkan dg gambar dari kamera pd telepon seluler, segera setelah gambar itu tertangkap, bisa segera dipublikasikan secara instan.

Kelebihan lain kamera pd telepon seluler adalah dia bisa bekerja di segala situasi/lokasi, termasuk menangkap cerita i’tikafnya pak guru di dalam lingkungan yg melarang penggunaan kamera. Kamera digital (apalagi DSLR) akan menarik perhatian, dan berpotensi mengurangi khusyuknya ibadah. Sehingga dengan demikian kamera seluler adalah ide yg bagus. Apakah anda sependapat?

Lalu, siapa diantara anda para dermawan yg ingin jadi orang pertama menghadiahi saya sebuah Sony Ericsson Satio?

hassle Kamera Seluler? photography

Bookmark and Share
Sep 20 2009

posting lebaran

selamat hari raya idul fitri, 1 syawal 1430h.

mohon maaf lahir dan batin

taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum
semoga allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian (dan juga menerima) puasa kami dan puasa kalian

ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal fa’izin
semoga allah menjadikan kami dan juga kalian (termasuk) dari (golongan orang2) yang kembali (kepada fitrah) dan yang menang (melawan hawa nafsu)

mohon maaf lahir dan batin

selamat lebaran
selamat liburan
selamat mudik
dan selamat makan… :)

Bookmark and Share

WordPress Themes