disebutkan dalam surat al-israa’ ayat 79,

dan pada sebagian malam hari, sholat tahajudlah kamu,
sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah2an tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yg terpuji.
disebutkan mudah2an tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yg terpuji. yg nggak disebutkan adalah ngelakoni bangun untuk sholat tahajud itu bukan amal yg simple: bangun, wudhu, sholat 2 rakaat, selesai.
cobaannya berat, godaan setannya hebat.
pertama, masalah bangunnya aja, itu bukan perkara sepele. lha wong subuh aja banyak yg telat bangun eee. apalagi bangun dini hari gitu. butuh komitmen dan disiplin tinggi. seperti komitmen dan disiplinnya keputusan berhenti merokok.
tantangan berikutnya adalah bertahan bangun setelah bangun. karena setelah telinga terbiasa dg suara alarm, habit yg muncul adalah melek sbentar buat matiin alarm. balik tidur lagi.
godaan lain (terutama buat blogger dan sebangsanya) adalah internet. karena sepertiga malam terakhir adalah momen paling sip buat internetan. koneksi kencang pada bandwidth lebar. paling enggak mampir sebentar ngecek imel lah.
males bersentuhan dengan air, wudhu.
maunya sholat cepat saja, 2 rakaat, selesai. balik tidur.
suasana sepi yg mestinya bikin khusyu’ malah potensial dipake ngelamun juga.
pada kasus tertentu, muncul noise dari pihak ketiga. suara kucing misalnya. ato tetangga yg berisik di pagi buta.
ya tapi harapanku pada kamu semua yg baca tulisan ini adalah tahajud jadi kebiasaanmu, sehingga kalo habitnya sudah demikian, nggak akan terasa berat. dan mudah2an tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yg terpuji. aamiin.
ku teringat hati yang bertabur mimpi,
kemana kau pergi, cinta?
perjalanan sunyi engkau tempuh sendiri,
kuatkanlah hati, cinta!
ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja,
yang menemanimu sebelum cahaya.
ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra,
yang kan membelaimu, cinta.
kekuatan hati yang berpegang janji,
genggamlah tanganku, cinta.
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri,
temani hatimu, cinta.
(sebelum cahaya, letto)