A Red, Red Rose

O my Luve’s like a red, red rose
That’s newly sprung in June:
O my Luve’s like the melodie
That’s sweetly play’d in tune.
–Robert Burns

O my Luve’s like a red, red rose
That’s newly sprung in June:
O my Luve’s like the melodie
That’s sweetly play’d in tune.
–Robert Burns
mendadak nyebrang ke madura beberapa waktu lalu bersama zam dan mas iman. duluuu… pernah ke madura juga, tapi cuman mampir nengok bangkalan sebentar aja. nah kunjungan kemaren sempat menjelajah sampek ujung timur, sumenep. dan nemu beberapa fakta menarik, beberapa diantaranya:
banyak sekali nemu makam & lapangan voli di sepanjang jalur pesisir madura (jalur utara dan selatan). kenapa voli? kok bukan lapangan sepak bola? nggak tau. btw jalur pantai utara madura sebenernya menarik buat dipake kebut2an, sayang ada sejumlah checkpoint penduduk lokal bikin chicane buat minta sumbangan.
fakta lain adalah nggak ada bioskop. orang madura lebih suka nonton vcd/dvd sendiri di rumah? dan kalo secara arsitektur, bangunan2 tua di madura ternyata mirip dg bangunan di solo. soal ini zam lebih paham. tapi fakta/kejutan yg paling asik adalah soal kuliner:
bahwa nasi di madura itu tersaji agak kering, nggak punel seperti nasinya hokben, itu orang sudah pada tau. tapi kalo bicara rawon di madura, ha!

sama sekali nggak kebayang ngincipi rawon kayak gini waktu kita mampir di warung pinggir jalan. buat orang surabaya, rawon yg normal itu tampil gelap gurih dg unsur keluwek di dalamnya. di madura, rawon adalah usus, paru, dan daging sapi yg tergoreng well done, ditambah kuah bening di mangkuk terpisah. plus, yg jadi ciri madura adalah kondimen sejumput serundeng di pojok piring.
mengejutkan buat kamu2 yg peduli kolesterol. tapi karena terlanjur order dan tersaji di meja, yo sikat ae lah… *memperkaya pengalaman*

lestari alamku, lestari desaku
dimana tuhanku menitipkan aku
nyanyi bocah bocah di kala purnama
nyanyikan pujaan untuk nusa
damai saudaraku, suburlah bumiku
kuingat ibuku dongengkan cerita
kisah tentang jaya nusantara lama
tentram kerta raharja di sana
berita cuaca, composed by gombloh, stream.
06:57:20, 1/320, f/5.6, -2/3ev, white balance: daylight. more pictures here.
he who thinks this blog is all about photography doesn’t read between the lines.
salah satu kelemahan kamera digital kelas poket adalah low dynamic range. maksudnya nggak mampu nangkep semua detail pd range lebar: kalo ngambil fokus di bagian terang, bagian gelapnya jadi keliatan item. kalo fokus di bagian gelap, bagian terangnya putih. makanya, dg kamera poket nggak usah maksa nangkep gambar demikian. sebaliknya, kamera poket masih bisa asik buat dimain2kan dg metering spot. kadang bisa menghasilkan siluet cakep (imho).

prosperity, arti aksara cina yg ada di jendela, demikian kata jiewa. model: fenty fahmi. lokasi: gallery @ house of sampoerna.

each time i see those thick dark clouds, i used to smile and make a wish that it would turn to rain. because i know that i would watch for you to play under the rain.
but now when rainy days are here, i feel so blue. cause i can’t hear all your laughter in the falling rain. and it brings sadness to my heart knowing that you’ve gone from my side.
since that rainy days and you make a symphony. the rain without you makes the blues. happy days and you will always be right here to stay. where the rainy day brings me back into your arms.
—
beberapa ngira lagu ini lagu barat, padahal asli karya seni produksi dalam negeri. yg pernah denger rindunya karimata nggak akan merasa asing dg musiknya. bedanya, di album jèzz ini minus suara saksofon, diganti vokal phil perry.
jazz romantis yg satu ini jadi terasa artistik, enak didenger, dan walopun agak nge-blue tapi nggak pernah berkesan cengeng. sip sekali diapresiasi sambil nyeruput kopi tanpa gula di pagi buta, sama sepotong gedang goreng anget. atau buat nenyelamatkan mood ketika batal hunting foto gara2 macet gara2 banjir gara2 ujan deres.