suicide (review bukunya latree manohara)

Suicide. buku kumpulan cerita pendek karya latree manohara ini memang sudah saya tunggu2 versi cetaknya, selama sekian bulan lamanya. dan akhirnya ada satu copy suicide dalam perpustakaan kecil saya, lengkap dg tanda tangan penulisnya haha. Happy!
banyak cerita dalam suicide yg saya sudah pernah baca versi digitalnya, jadi nggak butuh banyak waktu buat mbaca suicide ini. Eh cukup ditemani setengah cangkir kopi instan sama sepotong jajanan, habis.
saya selalu suka cara latree menuliskan pengalamannya, yg jadi inspirasi tulisan2 fiksi keren. latree mengamati Hidup di sekitarnya seperti fotografer mengintip dari balik lensanya. obyek yg diamati fotografer mungkin tidak istimewa, hal2 yg sebenernya biasa. tapi fotografer yg baik akan menemukan sudut pandang yg Unik sehingga dapat menangkap komposisi cantik (bahkan lebih cantik daripada aslinya). latRee juga demikian, latree punya persepsi yg unik sehingga mampu menuturkan ulang pandangannya melalui medium tulisan yg istimewa. antrean kematian salah satu contohnya.
saya selalu suka cara latree menuliskan ceritanya, yg Tidak mengumbar kekayaan kosakata, Seolah ingin nampak lebih cerdas daripada pembacanya. latree tidak demikian. tetapi walaupun hanya dalam bahasa sederhana, latree tetap bisa menceritakan apa yg ada dalam benaknya dg cara luar biasa. bagaimana bisa demikian?
kalo saya amat amati, beberapa kali latree dalam beberapa tulisannya berpikir Mundur dari Endingnya, baru kemudian menyusun beginningnya. seperti pd cerita genderuwo misalnya, latree bisa dg halusnya melambungkan pikiran pembaca ke awang2 super natural, lalu membantingnya pd bagian Akhir cerita. kejutan yg menyenangkan, sialan!
sayang, cerita Genderuwo ini nggak ikut dicetak dalam suicide. semoga nanti di buku kedua ya.
dengan bakat mikir cara demikian, saya Agak heran kenapa saya belum pernah baca karya latree pd genre heist. harapan saya suatu hari nanti latree nulis cerita tentang adu tipu dan duel kecerdasan antara maling dan detektif. semacam ocean’s eleven, atau the Italian job. latree punya potensi untuk itu. cuman mungkin belum ada ide aja kali ya? mungkin karena belum ada pengalaman yg bersentuhan langsung dg hal hal demikiaN, sehingga belum nongol inspirasinya.
anyway, bagian favorit saya di suicide adalah silentium 1 dan 2. mungkin Ini tulisan yg agak2 Abstrak, yg membebaskan pembaca berfantasi seliar2nya. saya sendiri entah kenapa jadi berpikir tentang hal2 yg lumayan disturbing, Mungkin pembaca lain punya kesan berbeda.
dan secara keseluruhan, Saya menilai buku ini cukup menghibur untuk pembaca casual, mampu menginspirasi untuk penulis fiksi lain, tapi tidak memuaskan untuk saya pribadi. karena saya tau latree punya lebih banyak lagi karya2 tulis lain yg masih dipendam, kenapa sih nggak ikut dicetak sekalian aja? biar jadi lebih tebel, jadi lebih puas bacanya. cerita ular dan linggis misalnya, itu bisa memperkaya buku ini (imho). karena redaksinya unik, saya suka. tapi mungkin karena redaksinya itu juga ya jadi nggak katut lolos masuk percetakan?
Ada satu catatan lagi untuk latree, eh sebenernya untuk pihak redaksi / penerbit, soal hak cipta. Di buku ini sama sekali nggak ada copyright notice. orang bisa ngambil keuntungan tanpa bisa dituntut secara hukum kalo gini caranya.
terakhir, kalo tertarik mbaca suicide, monggo silakan bisa pesen langsung ke penulisnya.









