<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>efahmi.info &#187; Sport</title>
	<atom:link href="http://blog.efahmi.info/category/sport/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.efahmi.info</link>
	<description>personal weblog of efahmi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 14:40:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>F1: Mekanika</title>
		<link>http://blog.efahmi.info/f1-mekanika/</link>
		<comments>http://blog.efahmi.info/f1-mekanika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 10:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>efahmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[aerodinamika]]></category>
		<category><![CDATA[f1]]></category>
		<category><![CDATA[formula one]]></category>
		<category><![CDATA[mekanika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.efahmi.info/f1-mekanika/</guid>
		<description><![CDATA[segala riset aerodinamika di formula one punya satu obyektif seragam: menghasilkan downforce semaksimal mungkin, dengan efek samping drag seminimal mungkin.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.efahmi.info%2Ff1-mekanika%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.efahmi.info%2Ff1-mekanika%2F&amp;source=efahmi&amp;style=normal&amp;service=is.gd&amp;b=2" height="61" width="50" title="F1: Mekanika" alt=" F1: Mekanika sport " /><br />
			</a>
		</div>
<p>lanjutan post sebelumnya tentang aerodinamika di dunia Formula one. kalo belum baca tulisan terdahulu, monggo boleh baca dulu disini: <a href="http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/">http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/</a> biar nyambung.</p>
<p>segala riset Aerodinamika di formula one punya satu obyektif seragam: mengHasilkan downforce semaksimal mungkin, dengan efek samping drag seMinimal mungkin.</p>
<p>pada dasarnya, semua downforce yg dihasilkan sayap2 dan segala detail lekuk body mobil formula one pasti punya konsekuensi drag. dan semakin besar downforce yg dihasilkan sayap, semakin besar juga beban kerja suspensi.</p>
<p>tapi, apa mungkin memproduksi downforce tanpa drag sama sekali? dan tidak membebani suspensi secara berlebihan? secara teoritis, Ide itu mungkin.</p>
<p><span id="more-443"></span>gimana Caranya? redesain mobil di sektor mekanikanya. entah Ini sudah coba dipikirkan/dikembangkan atau belum di markas riset masing2 tim, tapi gagasanNya gini: untuk melekatkan mobil formula one ke aspal secara optimal, downforce ganti diproduksi di pakeT roda. kalo perlu sayap depan dan belakang dilepas Aja sekalian. karena sayap2 itu menghasilkan efek samping: drag.</p>
<p>nah supaya roda bisa melekatkan mobil ke Lintasan, caranya roda itu dibikin lebih berat. pemberat/ballast dipindah dari bagian dalam body mobil ke rodA. justrU bagian badan mobil kalo bisa dibikin seRingan mungkin.</p>
<p>Eh sbentar, yg saya maksud paket roda disini adalah = ban + velg + brake duct + suspensi.</p>
<p>caraNya antara lain: bikin alloy baru yg lebih berat untuk velg. sehingga velg berfungsi ganda sebagai ballasT juga. ada sejumlah material logam eksotik yg amat kuat dan amat ringan tapi Ilegal dan terlalu mahal semacam berilium. tapi banyak juga material yg legal dan gampang didapatkan di alam. Nah tinggal gimana bikin alloy yg berat dan kuat aja dari logam2 legal itu.</p>
<p>selain itu, paket brake duct juga bisa dibikin lebih berat dan dg dimensi lebih besar. saya nggak hafal pasal2 technical regulation formula one, tapi saya ingat ada pasal yg menyebutkan ukuran minimal brake duct, tanpa ada batasan maksimalnya. dulu, tim2 formula one berusaha bikin paket rem sekecil dan seringan mungkin untuk meminimalkan efek turbulensi di sekitar situ. juga, sempat ada ide mengganti cakram baja dg keramik. sekarang, gagasannya dibalik, bikin paket rem seberat mungkin.</p>
<p>tentu redesain semacam ini punya konsekuensi yg amat prinsipal: soal keamanan.</p>
<p>Apabila terjadi tabrakan, paket roda bisa copot dan terlempar seperti peluru kanon yg masif, potensial melukai bahkan membunuh siapapun yg berada di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>nah untuk itu, perlu ditambah pisan redesain suspensi dg lengan2 yg lebih gemuk, lebih kekar, dg rantai tether lebih kuat dalam interiornya.</p>
<p>gitu. ya gitu aja sih, hehe.</p>
<p>nggak tau deh gagasan macem gini ini masuk akal atau sekedar bahan guyonan. tapi sekedar ini yg kebetulan terlintas di otak ketika saya melewatkan siaran langsung balapan formula one di hockenheimring, jerman. gara2nya sekarang ini saya sedang dalam kereta, dalam perjalanan dari semarang menuju surabaya, yg tivinya nyetel film entah apa, bukan siaran langsung balapan. hiks&#8230; <img src='http://blog.efahmi.info/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt="icon sad F1: Mekanika sport " class='wp-smiley' title="F1: Mekanika" /> </p>
<p>saya bukan desainer mobil, sama sekali bukan pakar fisika, sekedar doyan nonton balapan formula one dan sedikit sok tau, hehe. kira2 gimana ya gagasan ini kalo dibaca dari sudut pandang seorang hilbram dunar atau atau roy daroyni atau kang wahab atau arief kumis kurniawan atau azrul ananda? ah entahlah. mereka baca tulisan ini pun mbuh mbuhan&#8230; hehehe.</p>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.efahmi.info/f1-mekanika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>F1: Aerodinamika</title>
		<link>http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/</link>
		<comments>http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 04:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>efahmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[f1]]></category>
		<category><![CDATA[formula one]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/</guid>
		<description><![CDATA[beberapa faktor penting yg menentukan seberapa cepat mobil formula one bisa dipacu di setiap grand prix, antara lain: f-duct, exhaust blown diffuser,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.efahmi.info%2Ff1-aerodinamika%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.efahmi.info%2Ff1-aerodinamika%2F&amp;source=efahmi&amp;style=normal&amp;service=is.gd&amp;b=2" height="61" width="50" title="F1: Aerodinamika" alt=" F1: Aerodinamika sport " /><br />
			</a>
		</div>
<p>Mobil2 formula one tidak diproduksi massal untuk digunakan di jalanan. Mobil2 prototip itu dibangun spesial untuk kepentingan kompetisi, dengan satu misi: menjadi yg paling cepat di lintasan balap.</p>
<p>Ada beberapa faktor penting yg menentukan seberapa cepat mobil formula one bisa dipacu di setiap grand prix, antara lain:</p>
<p><span id="more-439"></span></p>
<p>1. Mesin dg tenaga besar<br />
2. Chassis yg stabil<br />
3. Desain body yg aerodinamis<br />
4. Paket roda yg kuat nempel ke aspal<br />
5. Dan tentu saja pembalap</p>
<p>Di setiap grand prix (rata2 sekitar 2 minggu sekali), masing2 tim formula one selalu berusaha mengembangkan mobilnya supaya bisa lari lebih cepat dan lebih cepat lagi. Kalo mesin, sudah sangat susah dikembangkan. Selain karena regulasi homologasi, pengembangan mesin juga sangat mahal. Nah yg selalu asik diulik adalah sektor aerodinamikanya.</p>
<p><strong>F-duct</strong></p>
<p>Sekitar awal tahun 2010 ini mclaren mercedes bikin terobosan desain, yg kemudian disebut sebagai &#8220;f-duct&#8221;. F-duct adalah mekanisme yg menangkap udara dari bagian moncong mobil, kemudian disalurkan melalui tunnel di interior mobil, dan akhirnya dikeluarkan menabrak sayap belakang. Efeknya apa? Sayap belakang jadi stall, sehingga efek drag berkurang, dan mobil mclaren bisa lari lebih kencang di trek lurus.</p>
<p>Lebih cerdasnya lagi, tunnel f-duct bisa dibuka/tutup dg kaki/tangan pembalap. Jadi, bisa diaktifkan di trek lurus, kemudian bisa dinonaktifkan di tikungan, sehingga sayap belakang kembali kembali berfungsi menghasilkan downforce di buritan mobil. Ini penemuan cerdas yg tidak melanggar regulasi.</p>
<p><strong>Exhaust blown diffuser</strong></p>
<p>Desain brilian lain muncul dari otak adrian newey, namanya &#8220;exhaust blown diffuser&#8221;. Kalo mobil formula one biasanya punya knalpot di bagian samping atas, mobil redbull knalpotnya diarahkan ke bawah belakang. Udara panas pembuangan mesin diarahkan ke diffuser. Dengan angin dari knalpot itu, diffuser menghasilkan lebih banyak downforce di buritan mobil.</p>
<p>Dan hebatnya, desain ini nggak gampang ditiru tim lain. Karena berkaitan dg banyak faktor: bentuk suspensi belakang, konstruksi chassis, dan sebagainya. Kalo ada tim lain yg niru, tentu ada kompromi dg kondisi mobil mereka.</p>
<p><strong>Optimasi alternatif, non-aerodinamik?</strong></p>
<p>Sebegitu pentingnya faktor aerodinamika ini, segala fine-tuning yg cuman ngasih efek sepersekian detik pun diteliti serius. Dan hal mendasar adalah setiap downforce yg diinginkan, selalu ada drag yg dibenci. Apa nggak mungkin menghasilkan downforce besar dg drag kecil, atau bahkan nol sama sekali?</p>
<p>Saya pikir mungkin. Karena selain pertimbangan aerodinamika, ada mekanika juga yg bisa diperhatikan. Tapi bersambung, dibahas nanti aja. Ini capek ngetiknya pake henfon.</p>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>akal2an mechanical grip di F1</title>
		<link>http://blog.efahmi.info/akal2an-mechanical-grip-di-f1/</link>
		<comments>http://blog.efahmi.info/akal2an-mechanical-grip-di-f1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 12:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>efahmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[aero grip]]></category>
		<category><![CDATA[formula one]]></category>
		<category><![CDATA[mass damper]]></category>
		<category><![CDATA[mechanical grip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.efahmi.info/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[mass damper itu apa? aplikasi di mobil f1, mass damper itu ballast yg di-mount dg pegas di dalam moncong hidung mobil. manfaatnya kalo mobil lagi ngelewati kerb ato any kind of bumps, mass damper tsb insyaallah bisa mbantu suspensi menahan guncangan mobil (secara vertikal), dan juga mbantu mempercepat menstabilkan mobil ke posisi statisnya (secara vertikal). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fblog.efahmi.info%2Fakal2an-mechanical-grip-di-f1%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fblog.efahmi.info%2Fakal2an-mechanical-grip-di-f1%2F&amp;source=efahmi&amp;style=normal&amp;service=is.gd&amp;b=2" height="61" width="50" title="akal2an mechanical grip di F1" alt=" akal2an mechanical grip di F1 sport " /><br />
			</a>
		</div>
<p>mass damper itu apa? aplikasi di mobil f1, mass damper itu ballast yg di-mount dg pegas di dalam moncong hidung mobil. manfaatnya kalo mobil lagi ngelewati kerb ato any kind of bumps, mass damper tsb insyaallah bisa mbantu suspensi menahan guncangan mobil (secara vertikal), dan juga mbantu mempercepat menstabilkan mobil ke posisi statisnya (secara vertikal). shock absorber.</p>
<p>cara kerjanya, kalo body mobil bergerak ke atas karena terdorong kerb, mass damper justru tertarik ke bawah (melawan gerakan mobil). kemudian waktu mobil bergerak balik ke bawah, mass dampernya ke atas. sehingga dengan demikian guncangan bisa lebih cepat diserap (eh kayaknya diserap bukan istilah yg tepat ya?). mbuh wes pokoknya gitu lah. mass damper ini sebenernya bukan teknologi baru, sebelomnya sudah banyak digunakan di gedung2 pencakar langit untuk menahan goyangan/vibrasi dari pengaruh gempa ato angin, bentuknya kayak pendulum. contoh aplikasinya antara lain di gedung trump world tower ato taipei 101.</p>
<p>info teknis lebih lanjut boleh search disini:<br />
<a href="http://mimimama.blogspot.com/2006/07/akal2an-mechanical-grip-di-f1.html">http://mimimama.blogspot.com/2006/07/akal2an-mechanical-grip-di-f1.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.efahmi.info/akal2an-mechanical-grip-di-f1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

