Jul 25 2010

F1: Mekanika

lanjutan post sebelumnya tentang aerodinamika di dunia Formula one. kalo belum baca tulisan terdahulu, monggo boleh baca dulu disini: http://blog.efahmi.info/f1-aerodinamika/ biar nyambung.

segala riset Aerodinamika di formula one punya satu obyektif seragam: mengHasilkan downforce semaksimal mungkin, dengan efek samping drag seMinimal mungkin.

pada dasarnya, semua downforce yg dihasilkan sayap2 dan segala detail lekuk body mobil formula one pasti punya konsekuensi drag. dan semakin besar downforce yg dihasilkan sayap, semakin besar juga beban kerja suspensi.

tapi, apa mungkin memproduksi downforce tanpa drag sama sekali? dan tidak membebani suspensi secara berlebihan? secara teoritis, Ide itu mungkin.

gimana Caranya? redesain mobil di sektor mekanikanya. entah Ini sudah coba dipikirkan/dikembangkan atau belum di markas riset masing2 tim, tapi gagasanNya gini: untuk melekatkan mobil formula one ke aspal secara optimal, downforce ganti diproduksi di pakeT roda. kalo perlu sayap depan dan belakang dilepas Aja sekalian. karena sayap2 itu menghasilkan efek samping: drag.

nah supaya roda bisa melekatkan mobil ke Lintasan, caranya roda itu dibikin lebih berat. pemberat/ballast dipindah dari bagian dalam body mobil ke rodA. justrU bagian badan mobil kalo bisa dibikin seRingan mungkin.

Eh sbentar, yg saya maksud paket roda disini adalah = ban + velg + brake duct + suspensi.

caraNya antara lain: bikin alloy baru yg lebih berat untuk velg. sehingga velg berfungsi ganda sebagai ballasT juga. ada sejumlah material logam eksotik yg amat kuat dan amat ringan tapi Ilegal dan terlalu mahal semacam berilium. tapi banyak juga material yg legal dan gampang didapatkan di alam. Nah tinggal gimana bikin alloy yg berat dan kuat aja dari logam2 legal itu.

selain itu, paket brake duct juga bisa dibikin lebih berat dan dg dimensi lebih besar. saya nggak hafal pasal2 technical regulation formula one, tapi saya ingat ada pasal yg menyebutkan ukuran minimal brake duct, tanpa ada batasan maksimalnya. dulu, tim2 formula one berusaha bikin paket rem sekecil dan seringan mungkin untuk meminimalkan efek turbulensi di sekitar situ. juga, sempat ada ide mengganti cakram baja dg keramik. sekarang, gagasannya dibalik, bikin paket rem seberat mungkin.

tentu redesain semacam ini punya konsekuensi yg amat prinsipal: soal keamanan.

Apabila terjadi tabrakan, paket roda bisa copot dan terlempar seperti peluru kanon yg masif, potensial melukai bahkan membunuh siapapun yg berada di sekitar lokasi kejadian.

nah untuk itu, perlu ditambah pisan redesain suspensi dg lengan2 yg lebih gemuk, lebih kekar, dg rantai tether lebih kuat dalam interiornya.

gitu. ya gitu aja sih, hehe.

nggak tau deh gagasan macem gini ini masuk akal atau sekedar bahan guyonan. tapi sekedar ini yg kebetulan terlintas di otak ketika saya melewatkan siaran langsung balapan formula one di hockenheimring, jerman. gara2nya sekarang ini saya sedang dalam kereta, dalam perjalanan dari semarang menuju surabaya, yg tivinya nyetel film entah apa, bukan siaran langsung balapan. hiks… icon sad F1: Mekanika sport

saya bukan desainer mobil, sama sekali bukan pakar fisika, sekedar doyan nonton balapan formula one dan sedikit sok tau, hehe. kira2 gimana ya gagasan ini kalo dibaca dari sudut pandang seorang hilbram dunar atau atau roy daroyni atau kang wahab atau arief kumis kurniawan atau azrul ananda? ah entahlah. mereka baca tulisan ini pun mbuh mbuhan… hehehe.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Bookmark and Share

16 Comments

  • By galihsatria, 2010-07-26 @ 07:38:44

    Firefox 3.0.19Windows XP

    Menariknya di F1 soal teknologi ini adalah, perubahan sekecil apapun bisa menghasilkan hasil yang signifikan. Mestinya di teorimu ada kelemahannya mi, soalnya kalau nggak pasti sekarang sudah ada yang implementasi :-D

    fahmi: aku duga juga demikian, tapi aku belum tau kenapa alasannya, hehe. semoga ada yg bisa ngasih pencerahan :)

  • By Hilbram Dunar, 2010-07-26 @ 15:31:48

    Unknown Unknown O.S.

    Menarik sekali mas Fahmi :) . Inilah yg membuat F1 mencengangkan dan menghibur, karena persaingan bukan hanya di lintasan, tapi ada di setiap detail mobil tersebut sampai ke politik dan regulasinya.

    Tulisan mas Fahmi saya teruskan ke mas Roy yg lebih ahli di teknis. Juga ke mas Wahab & Bung Arief ya.

    Sukses untuk anda

    Hilbram Dunar

  • By M Wahab S, 2010-07-26 @ 15:35:32

    Firefox 3.5.11Windows XP

    Saya baca kok bos …. (atas petunjuk bung Neutrino … Thx bos)
    intinya downforce tanpa drag …. hmm menarik … kadang ide ide gila lah menghasilkan sesuatu yang luar biasa ..
    eniwe hemat saya kerja suspensi berat bisa lebih diakomodir selama dia bisa mengabsorb semua kejutan yang diterima .. jadi memikirkan menaikkan atau menghasilkan downforce lebih besar lebih diutamakan dibanding memikirkan beban sistem suspensi …. Yang pasti Bung Roy lebih jago soal ini … saya coba foward ke beliau …
    thx

  • By Roy Daroyni, 2010-07-26 @ 17:03:56

    Internet Explorer 8.0Windows Vista

    Hello Mas Fahmi. Saya diberi tahu Hilbram tentang artikel ini. Ternyata Wahab juga udah di sini… hehehe

    Ide yang menarik Bung Fahmi.
    Tapi menurut saya, ada yang perlu diluruskan di sini. Kayaknya ada confusion (salah-kaprah) antara “downforce” dengan “grip” di sini.

    Mobil F1 tidak membutuhkan downforce secara langsung. Downforce di mobil balap hanya diperlukan karena downforce selalu meningkatkan grip. Jadi manfaat akhir bagi mobil F1 adalah bukan downforce-nya tetapi grip-ya.

    Nah, soal ban yang berat seperti yang ditulis Bung Fahmi ini, ini masalah grip. Apakah benar ban yang berat bisa menambah grip? Walau secara logika gampang jawabnya iya, tetapi ternyata tidak dan malah mengurangi grip, mengapa? Suspensi adalah kuncinya.

    Jika kita lihat sistem suspensi,ends-nya ada dua, satu di roda dan satu lagi di body mobil. Karena roda itu nempel aspal, maka terkesan bahwa suspensi hanya mengontrol body, tidak mengontrol roda, karena itu engineer balap menyebut body mobil itu sebagai “sprung-mass) (massa yang teredam) dan roda+ban sebagai unsprung-mass (massa tak teredam).

    Pada kenyataannya, unsprung-mass itu harus dibuat sekecil mungkin karena unsprung-mass yang besar akan membuat si unsprung-mass tersebut (dalam hal ini ban+roda) menjadi tidak responsif terhadap kontur jalan sehingga grip menjadi minim.
    Lebih jauh lagi, dalam kasus roda depan, beratnya roda mempunyai efek negatif tambahan yaitu response yang lambat terhadap steering-inputs dari pembalap –> menjadikan mobil menjadi kurang lincah bermanuver.

    Demikian dulu ya… jika perlu diskusi tambahan, monggo untuk ditulis lagi reponsenya..

    Thanks for a very interesting idea…. :)
    Roy Daroyni recently posted..Season Review – 2009- Mercedes Ruled!My Profile

  • By Roy Daroyni, 2010-07-26 @ 19:17:50

    Unknown Unknown O.S.

    Nyambung dikit lagi.
    So, it is grip, bukan downforce, yang langsung dibutuhkan mobil balap. Dan grip itu bisa berasal dari dua sumber, mechanical-grip (dari system suspensi & settingan lain seperti posisi titik berat, dsb), dan aerodinamics-grip (yang berasal dari downforce).

    Nah, ide Bung Fahmi ini terkait dengan mechanical-grip. But, spt posting saya sebelumnya, unsprung-mass berimbas negatif terhadap grip. Yang mechanics lakukan dalam meningkatkan mechanical grip biasanya adalah dengan setup suspensi, ride-height dll di luar aerodinamika.

    Salam grip
    Roy Daroyni recently posted..Season Review – 2009- Mercedes Ruled!My Profile

  • By fahmi!, 2010-07-26 @ 20:02:17

    Unknown Unknown O.S.

    Ah iyak! Persis seperti yg dibilang bang roy, maksud saya ya mechanical grip itu, bukan downforce. Thx bgt untuk penjelasannya tentang imbas negatifnya unsprung-mass. Salam grip. :D

  • By gajah_pesing, 2010-07-26 @ 21:07:36

    Firefox 3.6.7Windows 7

    itulah mengapa saia ingin belajar aerodinamika, mengingat pelajaran otomotive kemarin gak diajarkan karena dosennya sudah out, hiks
    gajah_pesing recently posted..CNN Present Free iPhone ApplicationsMy Profile

  • By Andy MSE, 2010-07-29 @ 11:16:35

    GNU IceCat 3.6.4Debian GNU/Linux

    mas Fahmi! baca-baca di sini kurang nyaman karena bentar2 screensaver… padahal kan bacanya lama, masa harus gerak2in mouse terus???
    Andy MSE recently posted..Jelang Ramadlan Bersama Ariel- Luna Maya dan Cut TaryMy Profile

  • By b43r, 2010-07-29 @ 16:50:17

    SeaMonkey 2.0.6Windows XP

    hahahah keren ni scrensavernya :D tapi kadang jadi gak enak juga pas lagi seru baca berubah jadi scrennsaver :D
    b43r recently posted..Fresh Surabaya ke-3My Profile

  • By cow, 2010-08-07 @ 05:20:03

    Firefox 3.6.8Windows XP

    mantap dah artikelnya

    lam kenal buat pemilik blog
    cow recently posted..Menggunakan Short URLMy Profile

  • By Latree@Dandelion, 2010-08-11 @ 19:31:05

    Firefox 3.6.8Windows XP

    wow, memperhatikan sampai segitunya. aku sih… nonton serunya aja :D
    Latree@Dandelion recently posted..Hujan- AnginMy Profile

  • By Yohan Wibisono, 2010-08-16 @ 14:13:19

    Firefox 3.6.8Windows XP

    Salam Kenal dariku, nice artikel :D Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin :D
    Yohan Wibisono recently posted..PENGOBATAN KANKER ALTERNATIF DENGAN HATIMy Profile

  • By sewa mobil, 2010-08-24 @ 13:57:22

    Firefox 3.6.8Windows 7

    Makasih artikelnya Mas, bagus sekali. Sangat berguna buat saya.

  • By and1k, 2010-08-25 @ 17:27:24

    Firefox 3.0.8Windows XP

    waduh kang pas baca kok ada yang ngalangin ya

  • By Asop, 2010-09-16 @ 19:43:37

    Safari 533.18.5Mac OS

    Nah, terbukti bahwa dalam F1 bukan cuman mesin aja yang menentukan. Bahkan semakin disimak, ternyata rumit dan banyak yang harus dipikirkan ya, dalam F1. :(
    Pembalap pun gak bisa santai2. Nyetir mobil dalam kecepatan lebih dari 300km/jam saya yakin sangat berat dan melelahkan. :|

Other Links to this Post

  1. Tweets that mention F1: Mekanika | efahmi.info -- Topsy.com — 2010-07-26 @ 15:53:33

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

CommentLuv badge

WordPress Themes