kejutan pulau garam
mendadak nyebrang ke madura beberapa waktu lalu bersama zam dan mas iman. duluuu… pernah ke madura juga, tapi cuman mampir nengok bangkalan sebentar aja. nah kunjungan kemaren sempat menjelajah sampek ujung timur, sumenep. dan nemu beberapa fakta menarik, beberapa diantaranya:
banyak sekali nemu makam & lapangan voli di sepanjang jalur pesisir madura (jalur utara dan selatan). kenapa voli? kok bukan lapangan sepak bola? nggak tau. btw jalur pantai utara madura sebenernya menarik buat dipake kebut2an, sayang ada sejumlah checkpoint penduduk lokal bikin chicane buat minta sumbangan.
fakta lain adalah nggak ada bioskop. orang madura lebih suka nonton vcd/dvd sendiri di rumah? dan kalo secara arsitektur, bangunan2 tua di madura ternyata mirip dg bangunan di solo. soal ini zam lebih paham. tapi fakta/kejutan yg paling asik adalah soal kuliner:
bahwa nasi di madura itu tersaji agak kering, nggak punel seperti nasinya hokben, itu orang sudah pada tau. tapi kalo bicara rawon di madura, ha!

sama sekali nggak kebayang ngincipi rawon kayak gini waktu kita mampir di warung pinggir jalan. buat orang surabaya, rawon yg normal itu tampil gelap gurih dg unsur keluwek di dalamnya. di madura, rawon adalah usus, paru, dan daging sapi yg tergoreng well done, ditambah kuah bening di mangkuk terpisah. plus, yg jadi ciri madura adalah kondimen sejumput serundeng di pojok piring.
mengejutkan buat kamu2 yg peduli kolesterol. tapi karena terlanjur order dan tersaji di meja, yo sikat ae lah… *memperkaya pengalaman*










