Kalo kita baca Al-Qur’an, betapa banyak Allah menyindir kita dg kalimat2: afalaa ta’qiluun (apakah kalian tidak berakal?), afalaa yandzuruuna (apakah kalian tidak melakukan observasi?), afalaa yatafakkaruun (apakah kalian tidak berpikir?), dan sebagainya. Nah, ceritanya tadi pagi aku dikasih isyarat buat bahan pemikiran, penampakan orang jogging.
Inspirasi: penampakan orang jogging
Pas berangkat ke masjid tadi pagi, aku liat orang jogging. Sekali lagi, pas berangkat ke masjid, bukan dalam perjalanan pulang dari masjid. Itu sekitar 04:15an gitu, padahal sekarang ini Surabaya sedang dingin kalo pagi, jalanan juga masih gelap. Kalo dipikir2, itu jogger pasti punya motivasi luar biasa yg mampu membangunkan dia dari amat nikmatnya melungker dalem selimut.
Nah dalam perjalanan pulang dari masjid, sekitar 05:00an, lapangan parkir mal galaxy sudah rame orang2 olah raga. Di jalan juga terlihat ada orang yg sudah rapi dg pakaian kerjanya. Di lain kesempatan, ada yg ngajak anjingnya lari2 cari udara segar. Orang2 yg rajin, dan sehat tentu saja.
Orang2 pagi itu orang2 yg disiplin, orang2 yg hebat bisa bangun pagi demi badan yg sehat, demi bisnis/pekerjaan mereka dan demi uang, bahkan demi anjingnya. Jadi ya wajar kalo orang2 itu adalah orang2 yg berhasil di dunianya. FYI: penduduk di sekitar mal galaxy banyak yg pengusaha, dan dari sifat rajinnya itu, nampak menghasilkan sukses pd apapun bisnis mereka, dan kemakmuran hidup.
Referensi ayat Al-Qur’an dan Hadis

Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah2an tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(Surat Al-Isroo’ ayat 78-79)
Dua rakaat fajar (sholat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.
(HR Muslim)
Analisa & Pembahasan
Aku dulu pernah ngajak sejumlah teman buat sholat tahajud. Supaya diangkat ke tempat yg terpuji seperti yg dijanjikan Allah di surat Al-Isroo’ ayat 79 itu. Yg aku luput, waktu itu aku cuman ngambil referensi ayat 79, lupa mempelajari ayat 78-nya. Padahal di ayat 78 itu diperintahkan duluan untuk sholat subuh, baru kemudian di ayat berikutnya ada perintah sholat tahajud, sbg suatu ibadah tambahan.
Nah, semulia apapun sholat tahajud itu, tahajud cuman sebagai ibadah tambahan. Sedangkan sholat subuh hukumnya wajib. Mana yg lebih penting?
Di hadis di atas juga tersebut dua rakaat fajar (sholat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya. Artinya apa? Lha kalo yg sunnah aja lebih baik dari dunia dan seisinya, gimana dg yg wajib? Sholat subuh lebih penting. Dan lebih oke lagi kalo ikut berjamaah di masjid.
Ada referensi lain:

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Surat At-Taubah ayat 18)
Sesungguhnya sholat yg paling berat bagi orang munafik adalah sholat isya’ dan subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yg terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dg merangkak.
(HR Al-Bukhari dan Muslim)
Lha, memang bangun buat sholat subuh tepat waktu itu bukan perkara remeh, apalagi yg abis lembur malem sebelumnya, berat. Tapi coba dipikir2, sholat subuh memang ditetapkan demikian sbg ujian buat orang2 Islam: Sholat subuh itu nggak panjang, cuman dua rakaat, tapi waktunya sempit dan nggak bisa digeser2. Kalo sholat lain memungkinkan di-jama’ pada kondisi musafir, sholat subuh enggak. Dari sholat subuh itulah harusnya orang Islam belajar disiplin. Dari sholat subuh juga kita bisa belajar hidup sehat.

Sayang, fakta yg ditemui di masjid: jamaah sholat subuh itu sepi, paling cuman satu shaf aja. Dua baris paling banter. Lumayan memalukan kalo nengok ke komunitas olah raga yg rame dan penuh semangat itu. Orang2 yg rajin bangun pagi untuk kesehatannya, untuk pekerjaan/bisnisnya, bahkan untuk anjingnya. Untuk urusan dunianya.
Kemudian, selain dari referensi At-Taubah ayat 18 itu, ikut berjamaah di masjid punya nilai lebih yg bukan sekedar dilipat 27-kan pahalanya saja. Ada hal2 positif lain dari sholat di masjid, detailnya sudah dijelaskan secara empiris di bukunya Agus Mustofa, Pusaran Energi Ka’bah (seri ke-1 diskusi tasawuf modern).
Pertanyaan
Jadi gimana ya caranya menggalang massa untuk meramaikan masjid pas subuh? Karena subuh adalah momen paling masuk akal untuk ikut meramaikan masjid, karena kalo sudah siang orang banyak urusan. Bahkan bisa lembur sampek malem.