Oct
13
2011
Comfort, to most photographers, is to know that he always has his favourite gear in hand. Whenever and wherever he goes, a camera is always there, ready to shoot.
Couple of days ago, I realized that my camera’s dial button failed to perform. So I immediately went back to the store to have the dial button repaired. I tought it was going to be approximately a week without camera. That’s OK lah, I think I can spend a week without DSLR – time to exploit phone camera for fun.
But to my surprise, the technician said the camera must stay in service centre for about a month. One full month. Whaaatt?!
I can’t stand a full month without camera. I need a descent equipment to visually freeze an important event by the end of this October.
Anyway, this is a pic of my EMPTY camera bag:

Comfort – NOT.
Feb
05
2009

fotografi hitam putih. nggak sedikit fotografer yg suka moto hitam putih. apa toh hebatnya fotografi hitam putih dibanding fotografi berwarna? buat aku, ini agak susah njawabnya. sama susahnya dg pertanyaan apa hebatnya soto dibanding rawon? ha!

anyway, beberapa penggemarnya bilang bahwa fotografi hitam putih itu lebih bisa beradaptasi pd lebih banyak variasi pencahayaan. kalo fotografi berwarna nampak prima pada kondisi kaya cahaya (atau dalam studio dg tata cahaya buatan), fotografi hitam putih tetep bisa eksotik walopun minim iluminasi cahaya.

kalo dari pengamatanku sendiri, fotografi hitam putih ini (imho) bermanfaat untuk mengasah kreativitas dan kepekaan fotografer. dg keterbatasannya, fotografer akan dilatih untuk lebih tajam mengamati tekstur, bentuk, shadows & highlights. juga gimana caranya nyusun komposisi yg oke untuk menampilkan point of interest.

tapi ada pendapat lain bilang bahwa foto berwarna lebih aman. kalo mau hasilnya jadi hitam putih ya nggak masalah, nanti bisa diolah di komputer. dg menyimpan informasi warna, malah lebih fleksibel ngolah foto jadi hitam putih. mau dibikin hitam putih dg sekali klik bisa, atau mau ngambil hitam putih dari channel birunya saja ya nggak pa pa. gini ini yg pernah dibilang galih sbg photoshoper, bukan photographer, hihi. (evil_grin)

aku sendiri nggak fanatik pd satu aliran tertentu. aku menikmati moto secara hitam putih (atau sepia) langsung dari kamera, tapi nggak mengharamkan olah digital. tapi kalo kamu, misalnya bermaksud mendapatkan gambar hitam putih, kira2 lebih suka cara yg mana? menurut kamu lebih oke nembak hitam putih langsung dari kamera? atau desaturasi dikerjakan di komputer?