Tips fotografi: Memotret konser musik
Memotret konser musik bisa jadi menyenangkan, tapi kadang nggak gampang. Tantangannya yg pertama, tentu saja masalah cahaya: gelap. Selain itu, ada masalah posisi: ya posisi artisnya, ya posisi fotografernya, ya posisi lampu2nya, dsb. Dan yg nggak kalah penting, masalah kamera. Kalo banyak rejeki sih boleh pergi nonton konser musik dg sangu DSLR plus lensa tele, dijamin oke. Kalo yg ada kamera saku ya kamera sakunya dipekerjakan secara optimal. Atau kalo adanya cuman kamera henfon ya mesti tetep diakali supaya bisa nangkep gambar bagus.
Kebetulan, hari Jumat tanggal 18 Juni 2010 kemaren sempat datang ke Urban Jazz Crossover di Grand City, Surabaya. Belum punya DSLR, yg available cuman kamera saku, plus kamera henfon sebagai backup. Jadi di artikel ini nggak ada tips motret pake DSLR, yg ada cuman beberapa catetan dari pengalaman motret konser musik pake kamera saku. Antara lain…
1. Jangan telat
Kalo bisa datang lebih awal supaya bisa observasi lokasi duluan. Keuntungan yg bisa diambil: sempat ngamati posisi lampu2 di sekitar panggung, dan ngincer posisi yg wenak buat fotografer supaya bisa nangkep foto2 bagus.
Kalo terpaksa nunggu ya nggak masalah. Teman saya Benny Chandra sampek ngantuk dan lapar nunggu artis, tapi dia dapet posisi depan panggung, dan tengah. Bisa dapet close up ekspresi artisnya.
Resikonya kalo telat: posisi fotografer jadi terlalu jauh di belakang, dan karena kamera saku nggak bisa dipasangi lensa tele, hal2 menarik dan segala detail di atas panggung jadi nggak keliatan. Tambah lagi ketutupan kerumunan penonton, hasilnya cuman dapet siluet kepala2 dan tangan2 nggak penting.
Idealnya sih sebagai fotografer harusnya bisa keluyuran keliling arena, supaya bisa lengkap njepret banyak gambar dari segala angle. Tapi kalo situasinya susah bergerak, temukan posisi yg bagus dan bertahan disitu, jangan sampek diserobot orang lain.
2. Jangan cuman motret artis
Supaya serial foto punya cerita, kalo bisa dilengkapi juga dg beberapa jepretan di sekitar panggung. Misalnya kerumunan calon penonton yg ngantri tiket, suasana gedung tempat pertunjukan, atau beberapa gambar candid lainnya.
Tapi ya kembali memperhatikan poin sebelumnya, kalo memungkinkan keluyuran = enak. Tapi kalo susah bergerak, yo wes.
3. Soal ISO
Nah kalo ngobrol soal teknis, kamera poket jelas kalah dari kamera DSLR. Tapi hal mendasar adalah nggak perlu minder dg senjata, yg penting pahami kekurangan dan kelebihan kamera di tangan, sehingga bisa ngakali keterbatasan fasilitas tapi tetep bisa dapat gambar bagus.
Idealnya, semakin rendah nilai ISO semakin bagus gambar yg dihasilkan (semakin bersih dari noise). Tapi pada kondisi minim cahaya, semakin rendah nilai ISO artinya butuh bukaan diafragma semakin lama, artinya gambar blur semakin potensial terjadi.
Solusinya, ya naikkan ISO, temukan kompromi yg pas.
Nggak perlu takut dg noise. Nanti noise bisa dikurangi di post-produksi.
4. Cari metering yg cocok
Di kamera saku yg saya pake kemaren ada 3 pilihan metering: evaluative, center weighted average, dan spot.
Kalo perlu nangkep banyak detail pada rentang luminasi yg lebar, pilih evaluative. Obyek2 yg terpapar cukup cahaya nampak jelas, obyek2 yg gelap juga masih keliatan. Tapi kalo mau fokus nangkep gambar terang saja, pilih spot. Konsekuensi: obyek2 gelap jadi under-exposure. Atau sebaliknya kalo nangkep gambar gelapnya saja, gambar2 terangnya jadi over-exposure. Kalo center weighted average itu kompromi di antara keduanya.
Di konser musik itu, saya pilih spot.
Spot, dg fokus di titik terang (bagian kerah bajunya Indra Lesmana yg berwarna putih). Pertimbangannya: untuk mengeliminasi detail2 di latar belakang supaya bisa menonjolkan point of interest.
5. Posisi
Logika sederhana: kalo bisa dapet posisi dekat panggung, potensial dapet gambar close-up artisnya. Kalo jauh, susah. Solusinya, pake zoom.
Tapi saya termasuk yg lebih suka motret nggak nge-zoom. Karena jepretan wide itu (imho) lebih stabil, lebih aman dari resiko blur. Semakin tele, semakin butuh tangan yg beku megang kamera.
Jadi tipsnya: kalo obyek yg mau dipotret jauh, dekati. Kalo susah mendekat, baru pake zoom. Tapi kalo sudah di-zoom mentok masih nggak dapet, ya wes nggak usah dipaksakan. Itu keterbatasan alat. Sebaiknya fotografer tangkap angle/gambar lain yg nggak kalah menarik.
6. Fotografi dalam gelap berarti kecepatan rendah
Satu hal lagi kelemahan kamera saku dibanding DSLR adalah bobotnya yg enteng. Semakin ringan kamera, semakin gampang goyang di dalam genggaman. Hasilnya gambar jadi blur. Nah solusinya gimana?
Pilihan pertama tentu saja pasang tripod.
Kalo nggak ada atau situasinya nggak memungkinkan pake tripod, cari struktur kuat buat senderan atau ganjel kamera. Ini bisa jadi tembok, tiang, lantai panggung, atau benda apapun yg stabil.
Kalo nggak ada struktur kuat, jurus andalannya… pasang kuda kuda, berdiri dg kaki agak dilebarkan, kemudian tahan nafas ketika mencet tombol shutter.
7. Kamera henfon
Walopun secara teknis, kamera henfon berada pd kasta paling rendah, saya tetep suka. Karena kamera henfon punya kelebihan konektivitas. Gambar yg dijepret dg kamera henfon bisa segera diupload kalo perlu publikasi instan. Plus, pada beberapa model henfon, dilengkapi juga dg feature geotagging, untuk mencatat informasi lokasi dimana gambar itu dijepret.
8. Hasilnya
Dan hasilnya, beberapa jepretan dari Urban Jazz Crossover kemaren bisa diliat di:
- Beberapa jepretan dari urban jazz crossover
- Maylaffayza – urban jazz crossover
—
Related link:
- Surabaya Dipuji Artis Urban Jazz Crossover (Sembarang.com)
20 Comments
Other Links to this Post
-
Tweets that mention Tips fotografi: Memotret konser musik | efahmi.info -- Topsy.com — 2010-06-21 @ 10:12:59
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI












By gajah_pesing, 2010-06-21 @ 09:52:47
tips yang bermanfaat, tak bukmak, kapan-kapan tak woco maneh
gajah_pesing recently posted..YFKQ7YE8KEZX
By ocha, 2010-06-21 @ 09:55:12
gambarnya kereeeenn!! =p~
“Semakin tele, semakin butuh tangan yg beku megang kamera.”
sayangnya, kalo emang minim cahaya dan gak memungkinkan pake ISO tinggi, sedangkan juga nggak bisa meminimalisir pergerakan yang mengganggu proses pengambilan gamabr, pasti gambarnya nanti ngeblur.. ihikkss! T___T kecuali kalo punya tangan dewa.. =))
ocha recently posted..O’ Tanjoubi Omedetou, Imam..
By Vicky Laurentina, 2010-06-21 @ 09:55:44
Motret konser menjadi tantangan sendiri kalau kita ini bukan anggota pers, alias cuman penonton biasa, yang harus cari posisi wuenak buat motret-motret. Bandingkan dengan fotografer pers yang jelas sudah disediakan tempatnya sendiri coz mereka memang direncanakan untuk mengambil gambar terbaik dari para artis.
Sehubungan dengan posisi kita yang stagnan alias nggak bisa keluyuran ke mana-mana tadi, menurutku ada satu benda yang bikin penonton lain jadi segan buat nyikut-nyikut kita yang lagi motret: TRIPOD! Kalau bisa bawa tripod yang tinggi gitu, terus bawa ke posisi wuenak yang sudah didapatkan. Sudah, motret di situ, nggak usah pindah ke mana-mana. Kameranya kamera saku juga nggak pa-pa; penonton lain nggak ada yang ngerti bahwa kamera kita itu bukan DSLR, yang jelas mereka cuman menyangka bahwa kita “fotografer resmi” acara yang nggak boleh digusur-gusur.
Makanya aku kalau dateng ke konser-konser gitu, biasanya aku seneng berdiri di sebelah cameramen, coz aku tahu mereka adalah indicator dari posisi wuenak, dan aku jelas nggak akan didesak-desak oleh penonton lain. :p
Oh ya, kendala yang cukup signifikan buat cewek, biasanya kalau dateng ke konser yang noisy gitu, nggak bisa pakai baju yang anggun. Pasti jadi awut-awutan lantaran ceweknya joget-joget niru artisnya. Apalagi aku, yang selalu kesulitan memilih antara joget-joget atau motret..
Vicky Laurentina recently posted..Gadis Berkacamata Tak Pernah "B*tchy"?
By galihsatria, 2010-06-21 @ 10:05:23
Keren mas, master kamera saku nih, kamera DSLR lensa standar aja biasanya ampun-ampunan kalo ketemu panggung, ini kamera saku bisa bagus kek gini. *menjura*
galihsatria recently posted..Sudut Kampus
By hanifmahaldi, 2010-06-21 @ 17:53:11
bukan hobi foto sih, jadi baca aja sebagai tambahan ilmu. hehehe… sip jadi fotonya, salut2…
hanifmahaldi recently posted..WordPress Update 3.0
By Frenavit Putra, 2010-06-21 @ 19:04:15
Mantaps Infonya mas.. Jadi sungkan aku yang pake DSLR.. hihi..
By budiono, 2010-06-22 @ 11:55:40
woh tips yang muantab, tapi jangan sampe aktifitas motret ini malah mengurangi kenikmatan musik
By Ben, 2010-06-24 @ 00:47:02
lah, kok ada penampakan kicauanku? he he he
)
Ben recently posted..Sekadar The A-Team Versi Lebih Seru?
By ericova, 2010-06-26 @ 10:48:11
wah thx mas fahmi bagi2 ilmunya
saya selalu noise klo kondisi gelap >_<
pilihan metering di kodak dimana y?mungkin saja mas fahm tahu hehee
ericova recently posted..Menikmati Waroeng Iboe Kaca Piring
By Mars_Havellar, 2010-06-30 @ 10:28:07
Knp ga ngambil video’a aja gan, trus uplot ke http://youtube.com ato http://indiekill.me
By aRuL, 2010-07-01 @ 16:37:50
wow fotografer handal pek, sip… mantap markotop…
kadang akhirnya sy mengurungkan niat moto kalo suasananya gelap gara2 ngak dapat angle yg bagus dan pencahayaan yg tepat… baca tipsnya jenengan jadi tercerahkan
By sabry, 2010-07-05 @ 23:26:34
makasih tips motret panggungnya…
salam kenal…
sabry recently posted..Palestina ikut juga PD 2010
By zee, 2010-07-06 @ 14:17:31
Motret konser begitu memang tidak gampang ya.
Kemarin saya coba foto seadanya saja waktu di Operet Bobo, dan karena hanya bisa foto dari jauh jadi memang harus merelakan hasil yang kurang OK.
Suka nih postingannya, soalnya kita kan juga suka foto2 jarak jauh gitu, even yg dipotret kadang g jelas juga
).
By Asop, 2010-07-08 @ 10:58:07
Hebat. Sip banget nih tipsnya. Saya baru mulai menekuni fotografi. Makasih tipsnya.

Asop recently posted..fortsetzen- Deutschland-
By ajengkol, 2010-07-10 @ 03:38:34
Dan hasilnya keren bo’
ajengkol recently posted..Ijinkan aku mencintainya
By aan, 2010-07-16 @ 09:56:35
wah keren banget mas, cuma dengan memakai kamera saku bisa ngehasilin gambar sebagus itu..
salut salut
By Kojeje, 2010-07-19 @ 00:33:57
Wahh complete information nih

Thanks thanks…
Kojeje recently posted..List of Things To Do Before 35 Years Old
By gadgetboi, 2010-08-04 @ 11:49:36
keren …

yang membuat saya susah mendapat hasil yang maksimal dari kamera saku saya ketika memotret konser (malam) adalah pengaturan flash … di bikin automatic kadang suka enggak idup. di bikin manual jadi malah kebanyakan
gadgetboi recently posted..Peppermint OS- satu lagi turunan Ubuntu yang beralih ke Chromium Browser
By geblek, 2010-08-31 @ 00:29:07
tipsnya mantab mas, blm pernah motret panggung ginian euy
geblek recently posted..Tunjangan Hari Raya Lebaran THR